Gambaran Umum Manajemen

Pengertian Manajemen :

a. James A.F. Stoner

“Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.”

b. Mary Parker Follet

“Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.”

Manajemen harus ada ?

  1. Tujuan yg hendak dicapai (organisais maupun pribadi)
  2. Mengembangkan antar tujuan yg berbeda
  3. Mencapai efisiensi dan efektivitas dalam pencapaian tujuan

Tingkatan Manajemen

•         Tingkat Perencanaan Strategis.

•         Tingkat Pengendalian Manajemen.

•         Tingkat Operasional.

Fungsi – fungsi manajemen

Fungsi manajemen dari seorang manajer adalah:

•         Planning.

•         Organizing.

•         Staffing.

•         Directing.

•         Controlling.

Peran yang dimiliki Manajer

•         Interpersonal.

•         Informational.

•         Decisional.

Evolusi Teori Manajemen

TEORI MANAJEMEN KLASIK (1)

• Revolusi Industri (1780, Inggris) 􀃖 keadaan &

permasalahaan pada industri

• Subsitusi tenaga manusia oleh mesin

• Perluasan pasar à Perluasan daerah jajahan

• Pertumbuhan perusahaan & akumulasi sumber

daya

• Kurang manajer dan tenaga trampil [1]

EVOLUSI TEORI MANAJEMEN

Aliran ini tertua dan mungkin terluas diterima oleh masyarakat, dikenal dengan aliran tradisional (klasik). Aliran ini memiliki 2 cabang, yaitu :

a. Manajemen Ilmiah, yaitu metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi atau seperangkat mekanisme / teknik untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.[2]

l  Manajemen dan Organisasi adalah prodk sejarah, keadaan sosial, dari tempat kejadian.

l  Jadi kita dapat memahami evolusi teori manajemen dalam arti bagaimana manusia berkecimpung dengan masalah hubungan pada kurun waktu tertentu dalam sejarah.

l  Salah satu pelajaran sentral dengan belajar evolusi teori manajemen ini adalah kita dapat belajar dari percobaan dan kesalahan dari mereka yang telah mendahului dalam mengendalikan nasib organisasi

l  Aliran Manajemen Ilmiah

l  Aliran Teori Organisasi Klasik

l  Aliran Tingkah Laku

l  Ilmu Manajemen

l  Pendekatan Sistem

l  Pendekatan Komtingensi

l  Teori Manajemen Ilmiah muncul sebagaian dari kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas. Di awal abad keduapuluh, terutama Amerika Serikat, tenaga kerja trampil amat terasa kuirang, satu satunya cara untuk meningkatkan produktivitas adalah menaikkan efisiensi pekerja

Ilmuwan dalam aliran manajemen ilmiah

1. Frederick Winslow Taylor (1856 – 1915),

Mendasarkan filosofinya pada  empat prinsip dasar :

l  Perkembangan manajemen ilmiah yang sebenarnya, menentukan metode terbaik untuk melaksanakan setiap tugas dapat ditentukan

l  Seleksi ilmiah para pekerja, sehingga setiap pekerja akan diberi tanggung jawab melakukan tugas yang paling cocok dengannya

l  Pendidikan dan pengembangan ilmiah para pekerja

l  Kerjasama bersahabat dan secara pribadi antara manajemen dan para pekrja

2. Frank & Lilian Gilberth (1868 -1924 & 1878 -1972)

l  Lilian dan Frank bekerjasama mempelajari kelelahan dan gerakan serta memfokuskan pada berbagai cara untuk mendorong kesejahteraan pekerja individual

l  Dalam konsep mereka, gerakan dan kelelahan saling berkaitan-setiap gerakan yang dihilangkan akan mengurangi kelelahan

l  Mereka berusaha mencoba mencari gerakan ekonomis untuk setiap tugas dengan tujuan meningkatkan prestasi dan mengurangi kelelahan

 

3. Henry L. Gantt (1861 – 1919),

l  Meninggalkan sistem tarif berbeda karena dianggap terlalu kecil memberikan dampak motivasional.

l  Gant membuat ide baru, setiap pekerja yang dalam sehari berhasil menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya akan menerima bonus sebesar 50 sen.

l  Kemudian ia menambahkan motivasi kedua, supervisor akan mendapat bonus tambahan bila semua pekerja mencapai standar tersebut.

l  Gant memelopori sistem pencatatan dengan bagan untuk jadwal produksi (Gant Chart)

Ilmuwan Aliran Teori Organisasi Klasik

Henry Fayol (1841-1925)

Max Weber (1864-1920)

Mary Parker Follett (1868-1933)

Chester I. Barnard (1886-1861)

14 Prinsip Manajemen Fayol

1.      Pembagian Tugas

2.      Wewenang Manajer

3.      Disiplin

4.      Kesatuan Komando

5.      Kesatuan dalam pengarahan

6.      Kepentingan individual dibawah kepentingan umum

7.      Imbalan

8.      Sentralisasi

9.      Hirarki

10.  Susunan

11.  Keadilan

12.  Stabilitas Staf

13.  Inisiatif

14.  Semangat Korps

Max Weber

Weber mengemukakan tentang manajemen birokrasi yang menekankan pada kebutuhan akan hirarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan dan wewenang dengan jelas

Mary Parket Follet

Manajemen adalah “seni melaksanakan pekerjaan melalui manusia” / “ seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”

Chester I.Barnard

Perusahaan dapat beroperasi efisien dan tetap bertahan hanya kalau sasaran organisasi dibuat seimbang dengan tujuan dan keperluan individu yang bekerja untuk perusahaan tersebut.

Aliran Hubungan Manusiawi

1.Elton Mayo

2.Abraham Maslow

Elton Mayo

Karyawan akan bekerja lebih keras bila mereka percaya  manajemen memperhatikan kesejahteraan mereka dan supervisor memberikan perhatian khusus pada mereka

Abraham Maslow

Teori Hirarki Kebutuhan

Aliran Ilmu Manajemen

l  Robert McNamara (1960 an)

Pendekatan masalah manajemen dengan penggunaan teknik matematik untuk membuat model, menganalisis dan menyelesaikannya

Pendekatan Sistem

Manajemen memandang organisasi sebagai satu kesatuan, sistem dengan tujuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan

Arus dan Umpan Balik sistem terbuka perusahaan

Pendekatan Kontingensi

Disebut pula pendekatan situasional

Pandangan bahwa teknik manajemen yang paling baik memberikan konstribusi untuk pencapaian sasaran organisasi mungkin bervariasi dalam situasi atau lingkungan yang berbeda [3]

TIGA HAL MANAJEMEN DI BUTUHKAN

1. UNTUK MENCAPAI TUJUAN

2. MENYEIMBANGKAN TUJUAN TUJUAN YANG SALING BERTENTANGAN

3. MEMPUNYAI KE UNGGULAN DAYA SAIANG DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL

  • EFECTIVENESS  : KEMEMPUAN UNTUK MENENTUKAN TUJUAN SERTA KEMAMPUAN UNTUK MENCAPAI NYA (DOING THE RIGHT THING)
  • EFICIENCY  : OUTPUT DI BAGI DENGAN INTPUT ATAU MEMAKSIMUMKAN KELUARAN DENGAN JUMLAH MASUKAN YANG TERBATAS  (DOING THING RIGHT)

EFEKTIVITAS

Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Sebagai contoh jika sebuah tugas dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif.

EFISIENSI

efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum. Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan keluaran yang diterima. Sebagai contoh untuk menyelesaikan sebuah tugas, cara A membutuhkan waktu 1 jam sedang cara B membutuhkan waktu 2 jam, maka cara A lebih efisien dari cara B. Dengan kata lain tugas tersebut dapat selesai menggunakan cara dengan benar atau efisiensi.

Efektifitas adalah melakukan tugas yang benar sedangkan efisiensi adalah melakukan tugas dengan benar. Penyelesaian yang efektif belum tentu efisien begitu juga sebaliknya. Yang efektif bisa saja membutuhkan sumber daya yang sangat besar sedangkan yang efisien barangkali memakan waktu yang lama. Sehingga sebisa mungkin efektivitas dan efisiensi bisa mencapai tingkat optimum untuk kedua-duanya.

Manajemen Aktivitas

Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno “management”, yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur”. Pengaturan ini tidak berada di ruang hampa. Ia harus diletakan dalam lanskap sebuah kehidupan manusia dengan segala kompleksitas masalah yang dihadapinya. Me-manage aktivitas dengan sendirinya berarti melaksanakan aktivitas sehari-hari yang terkelola atau berada dalam pengaturan secara optimal untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Nah, untuk sukses mengelola aktivitas harian, ada empat hal yang senantiasa kita harus lakukan, yaitu :

1. Perencanaan aktivitas yang rinci dan Jelas

Kegiatan pertama seseorang yang ingin sukses dalam me-manage aktivitasnya adalah melakukan perencanaan secara rinci dan jelas.

2. Pengorganisian agenda aktivitas

Pengorganisasian atau organizing berarti menciptakan suatu mekanisme teknis maupun non teknis yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga potensi diri bisa dioptimalkan dengan baik untuk mencapai visi tertentu.

3. Pengelolaan Aktivitas

Mengelola aktivitas adalah suatu tindakan untuk mengusahakan seluruh sumberdaya yang ada (tenaga, pikiran, waktu serta dana) untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan yang diinginkan.

4. Evaluasi atau Pengawasan (Controling)

Pengawasan merupakan tindakan seseorang untuk menilai dan mengendalikan jalannya suatu aktivitas yang mengarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Manajemen

Manajemen itu perpaduan antara ilmu dan seni

Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno yaitu ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Manajemen dipandang dari berbagai perpektif yang ada, mempunyai dasar yang kuat yang tidak terlepas dari perpaduan antara ilmu dan seni. Manajemen sebagai suatu seni, disini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerja sama dengan orang lain. Intinya bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama. Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing ( mengatur ) untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. Seni dalam manajemen yaitu membentuk manusia menjadi lebih efektif dari yang sudah dan sedang mereka lakukan tanpa anda. Ilmu adalah pada bagaimana anda melakukannya, yaitu : planning, organizing, directing dan monitoring. Sehingga manajemen sebagai ilmu adalah melihat bagaimana manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip manajemen,dan telah di organisasi menjadi teori. Dimana seorang manajer mempelajari terlebih dahulu tujuannya lalu diproses olehnya dengan keahliannya,setelah menjadi sebuah teori,lalu di buat penetapan tenaga kerja pengarah dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.

1. Harold Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, “Manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain” (Dayat, n.d,p.6).
2. George R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of Management” memberikan definisi: “Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya” (Dayat, n.d,p.6).
3. Ensiclopedia of The Social Sciences
Manajemen diartikan sebagai proses pelaksanaan suatu tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diarvasi.
4. Mary Parker Follet
Manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
5. Thomas H. Nelson
Manajemen perusahaan adalah ilmu dan seni memadukan ide-ide, fasilitas, proses, bahan dan orang-orang untuk menghasilkan barang atau jasa yang bermanfaat dan menjualnya dengan menguntungkan.
6. G.R. Terri,
Manajemen diartikan sebagai proses yang khas yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan usaha mencapai sasaran-sasaran dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
7. James A. F. Stoner
Manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
8. Oei Liang Lie
Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan sumber daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Prinsip manajemen adalah dasar-dasar atau pedoman kerja yang bersifat pokok yang tidak boleh diabaikan oleh setiap manajer/pimpinan. Dalam prakteknya harus diusahakan agar prinsip-prinsip manajemen ini hendaknya tidak kaku, melainkan harus luwes, yaitu bisa saja diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Prinsip-prinsip manajemen terdiri atas :

1. Pembagian kerja yang berimbang
Dalam membagi-bagikan tugas dan jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer hendaknya bersifat adil, yaitu harus bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang.
2. Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas dan jelas Setiap kerabat kerja atau karyawan hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan secara langsung.
3. Disiplin
Disiplin adalah kesedian untuk melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan rencana, peraturan dan waktu (waktu kerja) yang telah ditetapkan.
4. Kesatuan perintah
Setiap karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung (mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari beberapa orang yang sama-sama merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja tersebut.
5. Kesatuan arah
Kegiatan hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan satu pimpinan).

Jika prinsip ini tidak dilaksanakan maka akan timbul perpecahan diantara para kerabat kerja/karyawan. Karena ada yang diberi tugas yang banyak dan ada pula yang sedikit, padahal mereka memiliki kemampuan yang sama (Dayat,n.d,pp.7-9).
manajemen adalah proses pencapaian tujuan melalui kerja orang lain. Dengan demikian berarti dalam manajemen terdapat minimal 4 (empat) ciri, yaitu:
1. Ada tujuan yang hendak dicapai
2. Ada pemimpin (atasan)
3. Ada yang dipimpin (bawahan)
4. Ada kerja sama.

Fungsi dan Tujuan Manajemen
Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan tergantung dari manajemennya. Pekerjaan itu akan berhasil apabila manajemennya baik dan teratur, dimana manajemen itu sendiri merupakan suatu perangkat dengan melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait. Maksudnya adalah serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan atau pekerjaan sampai akhir tercapainya tujuan kegiatan atau pekerjaan.
Pembagian fungsi manajemen menurut beberapa ahli manajemen, di antaranya yaitu :

1. Menurut Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam “Management Principles and Management”, fungsi manajemen terbagi menjadi :
• Perencanaan (Planning).
• Pengorganisasian (Organizing).
• Pengawasan (Controlling).

2. Menurut George R. Ferry (1990) dalam “Principles of Management”, proses manajemen terbagi menjadi :
• Perencanaan (Planning).
• Pengorganisasian (Organizing).
• Pengawasan (Controlling).
• Pelaksanaan (Activating).

3. Menurut H. Koontz dan O’Donnel (1991) dalam “The Principles of Management”, proses dan fungsi manajemen terbagi menjadi :
• Perencanaan (Planning).
• Pengorganisasian (Organizing).
• Pengawasan (Controlling).
• Pengarahan (Directing).

Fungsi – Fungsi manajemen :

l) Fungsi perencanaan
Pada hakekatrya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan-kegiatan/tindakan-tindakan ekonomis dan efektif pada waktu yang akan datang. Pross ini memerlukan pemikiran tentmg apa yang perlu dikerjakan, bagaimana dan di mana suatu kegiatan perlu dilakukan serta siapa yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya.

2) Fungsi pengorganisasian
Fungsi Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses menciptakan hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, personalia dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan disatukan dan diarahkan pada pencapaian tujuan bersama.

3)Fungsi pengarahan
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan agar betul-betul dilaksanakan. Oleh karena tindakan-tindakan itu dilakukan oleh orang, maka pengarahan meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut.


4)Fungsi pengkoordinasi

Suatu usaha yang terkoordinir ialah di mana kegiatan karyawan itu harmonis. terarah dan diintergrasikan menuju tujuan-tujuan bersama. Koordinasi dengan demikian sangat diperlukan dalam organisasi agar diperoleh kesatuan bertindak dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.

5)Fungsi pengawasan
Fungsi pengawasan pada hakekatnya mengatur apakah kegiatan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam rencana. Sehingga pengawasan membawa kita pada fungsi perencanaan. Makin jelas. lengkap serta terkoordinir rencana-rencana makin lengkap pula pengawasan.[4]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s